Live Streaming

Acara Saat Ini

Lintas Daerah
12:00 - 12:30 WITA
Berita Seputar Ajatappareng
Host : Hasanuddin CH & Katrina Baharuddin
Print
26
Jan

DINKES PINRANG FOKUS MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU MELAHIRKAN

on Thursday, 26 January 2012 06:05. Posted in Lintas Daerah

(Susia News, Pinrang) Memasuki tahun 2012 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Pinrang membuat program kerja yang skala perioritasnya mengacu kepada beberapa hal diantaranya menekan angka kematian ibu melahirkan. Hal ini menjadi perhatian utama karena tahun 2011 lalu angka kematian ibu melahirkan ini di Kab. Pinrang terbilang cukup tinggi. Demikian yang diungkapkan Kepala Dinkes Kab. Pinrang Dr. Rusman Ahmad M.Kes kepada SUSIA NEWS kemarin.

Dijelaskan Rusman Ahmad bahwa dari data yang ada tercatat ada 16 angka kematian ibu melahirkan di daerah ini, dan bila dibandingkan dengan daeerah lainnya di Sulsel angka tersebut cukup tinggi. Namun demikian kata Rusman Ahmad data jumlah kematian ibu melahirkan ini didapatkan secara keseluruhan dari para petugas kesehatan khususnya para bidan yang tersebar sampai ke desa desa, sehingga tidak satupun ibu melahirkan yang menemui ajalnya tidak terdata secara valid, dan berbeda dengan daerah lain di Sulsel yang datanya tidak terlalu valid karena masih kekurangan tenaga bidan sampai kepelosok, sehingga memungkinkan banyak kematian ibu melahirkan didaerahnya yang tidak terdata.

Walau demikian kata Rusman Ahmad bagaimanapun angka kematian ibu melahirkan akan menjadi perhatian serius Dinkes agar tahun 2012 ini akan bisa ditekan secara signifikan, caranya dengan mengintensifkan peran para petugas dalam hal ini para bidan bidan desa agar intens melakukan pemeriksaaan secara aktif didaerah masing masing. Penyebab angka kematian ibu melahirkan didaerah ini kata Rusman Ahmad sebagian besar akibat tekanan darah ibu tersebut naik saat akan melahirkan. Sehingga disinilah dituntut peran para bidan tersebut untuk melakukan tugas mereka secara baik, karena disadari Kab. Pinrang ini semua desa dan kelurahannya telah ditempatkan bidan disana.

Pada kesempatan ini kata Rusman Ahmad pihaknya juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk mendukung tugas tugas dari para tenaga kesehatan yang ada dengan proaktif membantu mereka khususnya pada saat ada permasalahan yang menyangkut pelayanan kesehatan bagi masyarakat itu sendiri. Disetiap pelosok kini sudah ada sarana kesehatan mulai dari puskesmas, pustu sampai polindes ataupun poskesdes, sehingga masyarakat mampu mendapatkan akses layanan kesehatan tersebut dimanapun mereka berada. Peningkatan mutu dan layanan kesehatan masyarakat ini kata Rusman Ahmad tidak bisa berjalan secara baik dan benar tanpa ada dukungan dan partisipasi para warga yang berada disekitar tempat pelayanan dan juga petugas kesehatan yang ada.

Print
26
Jan

JEMBATAN BELLY SUDAH RAMPUNG, MASYARAKAT AKAN GELAR SYUKURAN

on Thursday, 26 January 2012 06:04. Posted in Lintas Daerah

(Susia News, Pinrang) Setelah rubuhnya jembatan Bamba di Kecamatan Batulappa Kab. Pinrang awal desember 2011 lalu, akses masyarakat yang selama ini melewati jembatan tersebut agak tersendat mengingat yang dipakai adalah jembatan amblas ditambal dengan bantalan kayu untuk dipakai oleh masyarakat disana untuk menyeberang dan menjalankan aktivitas kesehariannya, dan kondisi ini masih sangat rawan karena bisa saja sewaktu-waktu jembatan ini akan semakin rubuh ataukah arus air yang bisa menghanyutkan masyarakat saat menyeberang.

Hal ini tentu menjadi perhatian pemerintah untuk mencari jalan keluar berupa jembatan alternatif yang bisa dipakai sementara waktu oleh masyarakat secara aman, dan pilihan terbaiknya adalah jembatan belly atau jembatan besi yang biasa dipakai dan dibangun oleh militer saat darurat atau operasi militer melalui Kesatuan Zeni Tempur (Zipur) Kodam VII Wirabuana. Tidak memakan waktu yang cukup banyak untuk membangun jembatan belly ini, sekitar 2 minggu setelah droping peralatan jembatan belly tersebut, akhirnya sejak kemarin Rabu 25 Januari 2012 jembatan rangka besi atau jembatan belly tersebut rampung di buat oleh Kesatuan Zipur yang dibantu oleh masyarakat Batu Lappa.

Demikian yang dilaporkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab. Pinrang H. Hamka Mahmud SH MSi kepada SUSIA NEWS langsung dari lokasi jembatan belly di Batu Lappa kemarin. Menurut Hamka Mahmud rencananya penggunaan jembatan belly ini akan mulai dilakukan pada tanggal 1 februari mendatang, sesuai dengan petunjuk Bupati Pinrang Aslam Patonangi dan kesepakatan masyarakat yang ada disana yang sebelumnya akan menggelar acara syukuran atas selesainya jembatan belly tersebut.

Masyarakat Kecamatan Batulappa kata Hamka Mahmud sangat merespon dan merasakan kegembiraan yang amat sangat karena ternyata jembatan belly ini sangat refresentatif dan kelihatan kuat dengan rangka besi dan kayu jenis kelas satu. Bahkan menurut pendapat beberapa orang disana kata Hamka Mahmud, jembatan Belly ini lebih kelihatan kuat dan aman dari jembatan beton yang rubuh beberapa waktu lalu itu. Jembatan Belly ini menurutnya sangat kuat dan bisa dilalui oleh mobil mobil truk pengangkut hasil bumi sehingga memungkinkan roda perekonomian masyarakat yang sedikit tersendat bisa kembali normal seperti dulu, dan akan digunakan sampai jembatan utama pengganti selesai dibangun.

Bupati Pinrang Aslam Patonangi kata Hamka Mahmud memberikan apresiasi besar kepada para pekerja dari unit Zeni Tempur Kodam VII Wirabuanan yang begitu gesit dan cepat menyelesaikan jembatan belly tersebut, dan masyarakat memberikan bantuan yang juga tidak sedikit. Kedepannya banyak masyarakat Kecamatan Batulappa katanya ingin agar jembatan belly ini tidak dibongkar lagi bila jembatan utama selesai dibangun, tetapi tentu kata Hamka Mahmud jembatan belly ini hanya sebegai jembatan alternatif yang bersifat sementara dan nantinya akan kembali dibongkar bila jembatan selesai dibangun atau diperbaiki.

Namun demikian jembatan belly ini akan terus dinikmati oleh masyarakat secara aman karena memang kontruksinya cukup kuat untuk dilalui lalu lintas kendaraan dan masyarakat khususnya yang berdomisili diwilayah tersebut.

Jembatan belly yang selesai dibangun telah memberikan apresiasi tersendiri dari masyarakat untuk pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Aslam Patonangi, yang menurutnya sangat peduli dengan keadaan dan kondisi masyarakat pasca rubuhnya jembatan bamba lebih sebulan yang lalu. Diluar dari ambruknya jembatan tersebut yang kini masuk dalam tahap proses hukum untuk pihak pihak yang bertanggung jawab, jembatan belly telah menjawab keluh kesah masyarakat yang ada diseberang jembatan tersebut yang selama ini kesulitan memasarkan hasil bumi mereka yang memang sebagian besar menggantung hidupnya disektor perkebunan dan pertanian.

Lalu lintas ekonomi akan kembali normal seiring dengan rampungnya jembatan belly tersebut, masyarakat disana telah terobati dan harapan dan asah yang baru kembali muncul, apapun namanya masyarakat hanya ingin mendapatkan sarana infrastruktur yang nyaman dan aman bukan hanya infrastruktur yang mahal.

Print
26
Jan

PLN RANTING SAWITTO DIPUSINGKAN DENGAN PELANGGAN YANG MENUNGGAK

on Thursday, 26 January 2012 06:03. Posted in Lintas Daerah

(Susia News, Pinrang) Kebutuhan akan tenaga listrik telah menjadi kebutuhan primer atau utama dimasyarakat sekarang ini, masyarakat telah sangat bergantung dengan ketersedian listrik dalam menjalankan aktivitas dan kehidupan mereka sehari hari. Namun demikian tampaknya masyarakat yang menjadi pelanggan PLN masih belum terlalalu peduli dengan kewajiban mereka setelah hak dasar mereka dipenuhi. Hal ini terlihat dari kewajiban membayar biaya tarif listrik mereka yang kadang masih menunggak pada setiap bulan. Demikian yang diungkapkan Kepala Ranting PLN Watang Sawitto Kab. Pinrang H. Muktar MM diruang kerjnaya kemarin.

Menurut Muktar untuk PLN Ranting Sawitto yang melayani wilayah perkotaan menjadi penyumbang terbesar pelanggan yang menunggak membayar tagihan listriknya diwilayah PT. PLN Cab. Pinrang yang juga membawahi Kab. Enrekang. Kata Muktar fenomena ini terjadi karena kurangnya kepedulian mereka akan kewajibanya setuap bulan, padahal PLN sudah sangat maksimal menjalankan kewajibannya dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggan. Salah satu penyebabnya karena rata rata rumah rumah diwilayah perkotaan penghuninya adalah orang orang sibuk yang kadang melupkan tenggat waktu pembayaran rekening listrik mereka, sehingga setiap bulannya banyak yang menunggak dan tentu akan sangat merugikan PLN itu sendiri.

Untuk pelanggan yang menunggak tersebut kata Muktar bukan tanpa tindakan, pihaknya sesuai dengan aturan menjalankan tindakan terhadap pelanggan yang nakal tersebut diantaranya dengan penyegelan atau pemadaman sementara, namun disini terkadang harus berhadapan dengan pelanggan tersebut yang tidak terima langkah tersebut. Untuk itu PLN hanya bisa menghimbau sebagai langkah awal memperkecil tunggakan pelanggan tersebut. Sosialisasi kemasyarakat sudah sangat sering dilakukan semuanya dilakukan untuk menambah kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiabannya.

Print
24
Jan

BUPATI KEMBALI MENYISIR PEGUNUNGAN

on Tuesday, 24 January 2012 01:59. Posted in Lintas Daerah

(Susia News, Pinrang) Sebagai bentuk tanggung jawab selaku pemegang kendali pemerintahan di Kab. Pinrang, Bupati Pinrang Aslam Patonangi tentu berlaku adil terhadap seluruh wilayah yang ada dalam pembangunan berbagai sarana dan prasarana serta infrastrukturnya. Kab. Pinrang yang terbagi dua dalam pembatasan wilayah mereka sebagian besar masyarakatnya bermukim didataran dan tidak sedikit juga yang berada dilokasi terpencil jauh di daerah pegunungan khususnya yang berada di Kecamatn lembang.

Seakan menjadi sebuah hal yang terjadwal, kunjungan kedaerah pegunungan tersebut sangat sering dilakukan, walau untuk mencapainya harus berjuang dengan kendala medan dalam perjalanan yang menguras tenaga. Namun hal itu bukanlah sebuah halangan tetapi dianggap sebagai sebuah refresing yang dilalui dengan riang gembira untuk sekedar menyapa masyarakat yang jauh terisolasi dipuncak dan lembah pegunungan yang berbatasan dengan beberapa kabupaten lain di Sulsel dan Sulbar.

Seperti pada kunjungan beberapa hari lalu oleh Bupati Pinrang Aslam Patonangi bersama Muspida, Anggota DPRD dan rombongan menyusuri jalan-jalan terjal dan berbatu untuk sampai kedaerah pegunungan tersebut. Salah satunya adalah kunjungan ke Desa Buttu Anging sebagai bagian dalam memudahkan bagi warga pegunungan yang ada di Lembang dalam menimba ilmu, maka ada penambahan kelas (kelas jauh) pada sekolah SD 272 Lembang Desa Buttu Angin, dinamakan kelas jauh karena bangunan sekolah tersebut tempatnya terpisah namun masih dalam satu kecamatan. Pembangunan sekolah jauh tersebut diresmikan Bupati Pinrang, H.A.Aslam Patonangi pada Rabu 18 Januari 2012 dan disaksikan Ketua DPRD, Muspida serta beberapa warga masyarakat sekitar Sekolah.

Selain peresmian sekolah, sekaligus peresmian penggunaan lampu listrik Hidro Magro dan penandatanganan prasasti gedung sekolah, prasasti kantor Desa Pakeng, prasasti Tenaga Listrik Hidro Magro (Kincir) serta peresmian sekolah TK di Kelurahan Taddokkong. Pembangunana TK ini berasal dari dana PNPM Mandiri Pedesaan.

Desa Buttu Anging merupakan desa yang berada diatas pegunungan yang cukup tinggi dengan Kepala Keluarga (KK) kurang lebih 36 KK dibawah pemerintahan Kepala Desa Pakeng, Muh.Basri, S.Sos, atas nama masyarakat Desa Pakeng, mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Pemerintah Daerah terhadap pembangunan Desanya.

Selanjutnya Bupati dan rombongan meninjau Jembatan Bamba kecamatan Batu Lappa yang roboh pada beberapa bulan lalu.

Dalam Kunjungan Kerja Bupati Pinrang, H.A.Aslam Patonangi bersama Ketua DPRD serta rombongan Muspida menghadiri pesta adat yang dilaksanakan di Sumpirang Kecamatan Lembang pada Selasa 17 Januari 2012. Selain menghadiri acara adat pelepasan jenasah Margaretha Tote, pada kesempatan tersebut Bupati juga meanyerahkan bantuan 1 unit motor kepada Ketua Ummat Katolik serta beberapa bibit, diantaranya bibit padi lahan kering kepada Ketua BPD, bibit padi hibrida dan bibit kayu jati dan mahoni yang diterima Kepala Dusun Sangruak, selain bantuan tersebut juga ada penyerahan satu unit kultipator kepada Ketua Wilayah Sumpirang. Atas penyerahan bantuan tersebut oleh Pemerintah Daerah kepada warga Sumpirang ini, diharapkan betul-betul digunakan sebagaimana mestinya demi kelancaran pengelolaan pertanian yang ada di Sumpirang untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Print
24
Jan

RAPAT KOORDINASI PELAYANAN PDAM DAN PENYUSUNANA PROGRAM KERJA PD KARYA

on Tuesday, 24 January 2012 01:58. Posted in Lintas Daerah

(Susia News, Pinrang) Dalam rangka percepatan penyehatan bagi Perusahaan Daerah Pinrang, maka diadakan rapat koordinasi antara pihak pemerintah dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Perusahaan Daerah (PD) Karya., yang dihadiri Asisten I dan II, Kepala Bagian Ekonomi dan Hukum, Kepala Dinas PPKAD yang berlangsung di ruang rapat Bupati pada Kamis 19 Januari 2012.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Bupati Pinrang, H.A.Aslam Patonangi, mengharapkan kepada PDAM harus segera membenahi dan memperbaiki manajemen kerja agar bisa secepatnya berfungsi sesuai mestinya dalam melayani masyarakat pemakai air PDAM, selain itu Bupati juga mengharapkan dalam menyelesaikan masalah harus ada koordinasi antara Dewan Pengurus dengan Pihak Pemerintah. Manajemen harus lebih baik dari sebelumnya karena selalu diadakan proses evaluasi.

Dalam proses percepatan penyehatan bagi pihak PDAM, pihak pemerintah akan membentuk gugus pengawasan terhadap PDAM untuk melakukan langkah-langkah perbaikan terhadap manajemen PDAM dan diharapkan Dewan Pengawas lebih proaktif dalam menjalankan tugas. Setelah pembentukan Gugus tugas tersebut diharapkan dalam waktu satu bulan sudah ada perubahan. Sementara untuk Perusahaan Daerah (PD) Karya, Bupati mengharapkan melalui perusda, ada misi bahwa bukan saja jasa konstruksi yang bisa dikembangkan tetapi bisa dalam bidang pertanian dan lain sebagainya

Perusahaan Daerah (perusda) adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibentuk oleh pemerintah daerah (pemda) untuk mengembangkan perekonomian daerah. Ketentuan pokok tentang pembentukan perusda berpedoman pada UU No 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah.

Menurut UU tersebut, perusda adalah semua perusahaan yang didirikan berdasarkan UU yang modalnya untuk seluruhnya atau sebagian merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan, kecuali jika ditentukan lain dengan atau berdasarkan UU.

Mengingat pentingnya peran perusda dalam pengembangan perekonomian daerah, maka dalam menjalankan usahanya perusda dituntut untuk lebih profesional dalam pengelolaannya. Agar, benar-benar menjadi kekuatan ekonomi yang andal. Sebagai salah satu pelaku ekonomi di daerah, perusda tentunya diharapkan dapat berperan aktif melalui kegiatan usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat baik barang maupun jasa, sekaligus sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang potensial .

Kendati demikian, pada kenyataannya, kontribusi penerimaan bagian laba perusda terhadap PAD di daerah baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota relatif masih rendah. Berdasarkan data Kementerian Keuangan pada 2009/2010, kontribusi penerimaan bagian laba perusda terhadap PAD pemerintah provinsi, misalnya, hanya mencapai rata-rata 3,69 persen. Malahan, kebanyakan perusda justru merugi, sebut saja PDAM Tirta Sawitto yang selama pembentukannya belum pernah memberikan kontirubusi nyata untuk menyumbang PAD di Bumi Lasinrang, bahkan belakangan ini PDAM hanya mampu hidup atas bantuan Hiba pemda dikarenakan pengoperasiannya tidak mampu menutupi biaya produksi, sehingga jangankan menggaji karyawan, untuk membayar biaya listrik mereka saja tidak mampu lagi, belum lagi PD Karya yang sampai sekarang belum jelas apa yang bisa dikelolah untuk mampu berperan dalam pergerakan ekonomi dan juga PAD bagi Kab. Pinrang.

Kondisi ini bukanlah sebuah kesengajaan namun memang karena keterbatasan Perusda itu sendiri ditambah dengan berbagai kendala yang mengikutinya, umumnya disebabkan oleh berbagai permasalahan, antara lain landasan hukum yang belum relevan, belum memiliki visi dan strategi bisnis, kuatnya campur tangan pemda, kualitas manajemen yang belum profesional, akses permodalan yang terbatas, kesulitan akuntabilitas keuangan, serta kemampuan kemitraan dengan pelaku swasta yang sangat terbatas.

Pelbagai permasalahan yang dihadapi tersebut menyebabkan perusda selalu kalah dalam bersaing dan tidak sedikit yang mengalami kerugian. Padahal, dalam kehidupan bisnis dengan persaingan yang makin tajam sebagai dampak globalisasi dan dinamika perubahan yang cukup tinggi, pengembangan, peningkatan, dan penguatan daya saing mestilah menjadi perhatian dan orientasi utama, khususnya bagi perusda dalam rangka mengembangkan semangat pembangunan ekonomi masa depan.

Secara teoritis para pengelolah perusda ini pastinya sudah mengerti, agar tidak selalu merugi, paling tidak ada lima faktor kunci yang memengaruhi peningkatan kinerja dan daya saing perusda, yaitu: (1) kemampuan SDM (2) kebijakan pemerintah, (3) kemampuan permodalan, (4) kemampuan manajemen produksi dan operasi, serta (5) kemampuan manajemen keuangan. Faktor-faktor itu dapat ditingkatkan dengan meningkatkan produktivitas karyawan, efisiensi pengelolaan pembiayaan, meningkatkan pertumbuhan pelanggan, dan meningkatkan jumlah produksi yang bermutu baik.

Selain itu, pemda juga mesti mengambil langkah fundamental guna meningkatkan daya saing perusda. Pertama, restrukturisasi, yaitu tindakan yang ditujukan untuk membuat setiap perusda menghasilkan laba termasuk mengubah mekanisme pengendalian oleh pemda yang semula kontrol secara langsung melalui pelbagai bentuk perizinan, aturan, dan petunjuk menjadi kontrol yang berorientasi kepada hasil. Artinya, pemda selaku pemegang saham hanya menentukan target kuantitatif dan kualitatif yang menjadi performance indicator yang harus dicapai oleh manajemen, misalnya Return on Equity (ROE) tertentu yang didasarkan kepada benchmarking kinerja yang sesuai dengan perusahaan sejenis.

Kedua, privatisasi. Privatisasi utamanya bertujuan agar perusda terbebaskan dari intervensi langsung birokrasi dan dapat mewujudkan pengelolaan bisnis yang efisien, profesional dan transparan. Diharapkan setelah melalui tahapan restrukturisasi, pihak perusahaan swasta akan berminat mengembangkan usaha dengan cara melakukan aliansi strategis dengan perusda. Dan, bila memungkinkan, untuk perusda yang sehat dan memiliki prospek bisnis, serta tidak berkaitan dengan kepentingan umum secara langsung, dapat menawarkan penjualan saham melalui pasar modal yang didahului Initial Public Offering (IPO).

Dengan begitu, penataan dan penyehatan perusda melalui restrukturisasi dan privatisasi, sejatinya dilakukan agar pengelolaan usaha perusda menjadi lebih efisien, transparan, dan profesional. Di samping itu, hubungan kemitraan perusda juga dapat dilaksanakan dalam bentuk kerja sama usaha yang saling menunjang dan menguntungkan dengan koperasi, swasta, dan dengan usaha besar, menengah, serta kecil dalam rangka memperkuat struktur ekonomi daerah.

Akhirnya, peran pemda sebagai salah satu stakeholder pun memunyai pengaruh yang cukup signifikan dalam penentuan arah kebijakan perusdadi daerah. Untuk itu perlu dikaji lebih mendalam pengembangan kerja sama pemda dengan pihak swasta, baik langsung maupun melalui perusda dalam dalam rangka menjalin hubungan kemitraan yang saling menguntungkan. Lebih jauh lagi, optimalisasi sumber-sumber pembiayaan dan investasi bagi perusda sangat diperlukan dukungan dalam berbagai bentuk pembinaan dan pengawasan stakeholders di pelbagai bidang. Sehingga, diharapkan daya saing perusda dapat meningkat. Pertanyaannya, apakah mereka mampu mengimplementasikannya, sementrara disisi lain Pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran khussunya melalui APBD pasti sangat terbatas, uang yang ada di APBD tentu bukan hanya untuk menyuntik dan membanahi Perusda ini, sehingga skala perioritasnya kembali ke Pemda dalam hal ini Bupati Pinrang Aslam Patonangi.

Print
20
Jan

RSU LASINRANG HARUS TINGKATKAN PELAYANAN

on Friday, 20 January 2012 03:47. Posted in Lintas Daerah

(Susia News, Pinrang) Rumah sakit Umum Lasinrang yang merupakan kebanggan masyarakat Bumi Lasinrang diharapkan harus lebih membenahi diri khususnya dalam hal pelayanan, hal ini seiring dengan renovasi bangunan rumah sakit daerah tersebut yang terbilang cukup megah, yang proses pembangunannya sudah pada tahap akhir.

Hal ini dilontarkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kab. Pinrang yang membidangi kesehatan Ir. H. Abdullah Tappareng kemarin diruang kerjanya. Menurut Legislator PDI Perjuangan ini bahwa secara umum pihaknya memberikan apresiasi yang besar kepada pemerintah daerah yang mampu membangun RSU Lasinrang dengan bangunan yang cukup megah, namun disisi lain para petugas kesehatannya pun harus siap merubah paradigma pelayanan mereka yang selama ini masih sering dikeluhkan oleh masyarakat.

Pembenahan pelayanan tersebut memang cukup penting dan harus menjadi perhatian utama pada direksi dan jajarannya. Walau demikian tentunya sebuah system pelayanan kata Abdullah Tappareng pastinya tidak akan bisa menciptakan kepuasan yang sempurna kepada masyarakat tetapi sekurang kurangnya keluhan keluhan yang muncul bisa diminimalisir "Mungkin saja pelayanan yang ada masih terkendala dengan kurangnya sarana alat dan petugas kesehatan, tetapi komitmen harus tetap terjaga bahwa pelayanan harus dikedepankan dalam kondisi apapun" tegasnya.

Hal lainnya menurut Abdullah, yang harus dilakukan adalah transparansi pihak RSU Lasinrang dalam pengelolaan Kesehatan Gratis, karena sampai sekarang ini cara fikir sebagian besar masyarakat bahwa berobat di rumah sakit milik pemerintah semuanya dilayani secara gratis . Menurutnya, pihak rumah sakit sebaiknya membuat sebuah panplet yang dipasang ditempat strategis disana, bagian bagian mana yang dilayani secara gratis, biar masyarakat yang berobat bisa mengerti hal tersebut, sekurang kurangnya kata Abdullah Tappareng kebanggan memiliki rumah sakit Lasinrang yang megah ini di barengi dengan kebanggan mereka sebagai tempat yang nyaman dari fasilitas & pelayanan dibanding rumah sakit didaerah lainnya.

Hal yang sama juga dilontarkan oleh Rahim Akil seorang aktivis didaerah ini, bahwa keberhasilan pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Aslam Patonangi dalam membangun fisik RSU Lasinrang Pinrang belum seiring dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) para petugas medis yang ada disana. Kata Rahim masih banyak keluhan pelayanan yang diutarakan oleh masyarakat khususnya yang pernah terlayani sebagai pasien atau selaku pembesuk. Keluhan itu mulai dari tindakan medis sampai kepada prilaku para petugas khususnya para perawat yang terkesan cuek dan tidak peduli. Padahal katanya, mereka yang masuk ke rumah sakit tidak seluruhnya bisa terobati dengan medis tetapi perlakukan yang penuh dengan kasih sayangpun mempunyai peranan yang cukup besar pada sisi psikologi pasien .

Kata Rahim masyarakat Kab. Pinrang jangan sampai lebih mempercayai pelayanan kesehatan mereka di rumah sakit daerah tetangga, dari pada rumah sakit yang ada disini .

Kedepan kata Rahim Akil, ada kesinambungan pembangunan fisik RSU Lasinrang dengan perubahan pola pelayanan di rumah sakit kebanggaan masyarakat Kab. Pinrang ini "masyarakat tidak terlalu memikirkan biaya yang dikeluarkan untuk kesehatannya, buktinya RS Swasta yang ada di sini selalu penuh, itu artinya pelayananlah yang memegang faktor yang sangat vital disini.

Facebook Page

Shout Box