Live Streaming

Acara Saat Ini

ALDILA
15:00 - 17:30 WITA
Album Diskotik Lama
Host : Erwin Sanusi / Ival Chandra
Print
20
Jan

Petani Menjerit, Harga Pupuk Melonjak dan Langka

. Posted in Lintas Daerah

(Susia News, Pinrang) Memasuki musin tanam Nopember 2011 – April 2012 di Kabupaten Pinrang salah satu daerah penyangga pangan nasional mengalami permasalahan yang sedikit pelik yakni ketersediaan pupuk. Walaupun ada klaim bahwa ketersedian pupuk di daerah ini tidak langka, namun realita dilapangan, petani masih berharap harap cemas lantaran pupuk belum sampai ditangan mereka, ditambah lagi keberadaannya yang masih langka dan hargapun ikut melonjak. Meskipun saat ini pertanaman padi sudah melewati batas waktu pemupukan pertama, namun hal ini masih menjadi kendala besar bagi para petani khususnya dalam peningkatan produksi mereka nantinya saat panen tiba.

Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Cempa, Annas yang dihubungi secara terpisah mengungkapkan, bahwa sampai kemarin pengadaan pupuk masih langka dan walaupun ada jumlahnya sangat sedikit sampai kepada mereka, hal ini mengakibatkan waktu pemupukan yang seharusnya sudah dilakukan menjadi terlambat karena masalah tersebut. Pihaknya sangat mengkhawatirkan bila hal ini terus berlanjut dan tidak ditangani secepatnya maka konsekwensinya akan berimbas kepada pencapaian hasil produksi yang tidak maksimal.

Kata Anas saat ini hanya satu penyalur yang ada dan itupun diangkut dengan 1 mobil angkutan, hal ini tentu akan sangat memperlambat penyediaan pupuk bagi mereka dalam hal ini para kelompok tani, biasanya kelompok tani membutuhkan pupuk sampai 36 ton namun karena keterbatasan stok dan pengangkutan yang ada terkadang hanya sampai sekitar 7 ton, sebuah jumlah yang tentu saja sangat sedikit.

Sementara Kepala Disperindag Kabupaten Pinrang, Ir H Syamsu Sulaeman yang membantah kalau pengadaan pupuk khususnya urea ini langka dilapangan. Menurut Syamsu pihaknya terus turun melakukan pengecekan bersama tim lainnya dibeberapa gudang pupuk sampai di gudang di Pinrang. Menurutnya dari Parepare memang pupuk ZA dan Sp 36 kosong, sementara pupuk Urea ada 800 ton bahkan sampai 1.200 ton yang sudah masuk di Pinrang dan itu berdasarkan hasil pembicaraan dengan balai Informasi di Makassar kemarin.

Kata Syamsu Sulaiman, sekarang ini di Parepare ada 1.400 ton yang tersedia, namun belum masuk di Pinrang. Pihaknya menjelaskan, setiap kecamatan memang memiliki satu distributor, sementara untuk Kecamatan Patampanua, Mattiro Sompe dan Kecamatan Cempa ditangani PT Pertani dan semuanya sudah sangat mendesak.

Ditambahkannya bahwa saat ini Disperindag masih mengevaluasi dimana sebenarnya letak kelemahan distribusi pupuk ini sehingga terjadi keresahan dikalangan petani, apakah ada distributor, pengecer atau langsung pabrik pupuk itu. Namun secara umum diketahui bahwa permasalahan ini terjadi pada proses distribusi. Diakui Syamsu, pupuk Sp.36 dan ZA memang sudah tidak ada stok digudang. Dan kondisi ini secepatnya akan dilaporkan ke Gubernur Sulsel karena keterlambatan jenis pupuk ini langsung dari pabriknya.

Lanjut menurut Syamsu, untuk distribusi pupuk jenis urea di Kab. Pinrang ditangani melalui penyalur yang sudah ditunjuk diantaranya PT. Pertani mewilayahi Kecamatan Patampanua, Mattiro Sompe dan Kecamatan Cempa, sementara PT. Madina melayani Kecamatan Mattiro Bulu, Batu Lappa, dan PT. Mekar Tani wilayahnya Kecamatan Tiroang, Duampanua, Paleteang dan PT. Pelita ditangani Kecamatan Watang Sawitto dan Kecamatan Suppa.

Dikatakan Syamsu, persoalan pupuk sampai kepada petani ini memang sebuah masalah yang kompleks, sebenarnya sesuai dengan aturan satu bulan sebelum masa pemupukan pupuk itu harus sampai ditangan petani , namun sampai saat ini belum terealisasi secara keseluruan, karena pembongkarannya masih terkendala padatnya palabuhan di Makassar, dan sudah beberapa beberapa hari tidak dibongkar.

Sementara di Pelabuhan Parepare kata Syamsu stok pupuk ini masih belum dibongkar dari pelabuhan, diantarnya pupuk Sp36 sebanyak 3.500 ton, sementara untuk pupuk jenis Urea stoknya tidak jadi masalah, karena gudang pupuk yang berada di Kanni saat ini tersedia 172 ton pupuk urea, NPK pelangi 300 ton sementara pupuk bio organic 165 ton. Sementara kebutuhan pupuk secara umum di kabupaten Pinrang sebanyak 20 ribu ton dan urea 15 ribu ton, namun semuanya belum tersalur, karena baru 1000 ton khusus pupuk urea di musim tanam Oktober- Maret dan minggu ini akan masuk di gundang tersebut sampai 700 ton .

Facebook Page