(Susia News, Pinrang) Setelah meraih Piala Adipura, lambang supremasi tertinggi untuk Kota kecil Terbersih dan Ternyaman di Indonesia, Kabupaten Pinrang tampaknya kembali menemukan momen untuk melakukan pembenahan-pembenahan yang sifatnya memperindah kota dan juga sebagai bentuk penghargaan kepada orang-orang yang pernah berjasa dalam perjalanan sejarah Kabupaten Pinrang itu.
Salah satunya adalah pembuatan patung Lasinrang yang lebih besar dan lebih mengedepankan seni, walaupun diketahui sudah ada patung yang sama di Persimpangan Jenderal Sudirman dan jalan Sukowati. Patung Lasinrang ini nantinya akan lebih besar dan mengandung estetika yang lebih tinggi dari berbagai aspek.
Demikian yang disampaikan langsung Bupati Pinrang Aslam Patonangi kepada SUSIA NEWS . Dikatakan Aslam Patonangi bahwa rencana tersebut terbesit karena dirinya mempunyai seorang kenalan seorang pematung handal dari Yogyakarta, dan dalam waktu dekat bila ada kesempatan kesepakatan maka akan dibangunlah sebuah monument perjuangan dari salah seorang Putera terbaik dan menjadi Ikon Kabupaten Pinrang yakni Lasinrang, dimana tempatnya belum diketahui pasti akan dibuat dimana nantinya, namun yang jelas pematung yang bernama Dicky Chanra tersebut akan membuat patung Lasinrang dengan fose yang lebih heroic, berbeda dengan patung yang ada sekarang yang hanya memegang Senjata Kawali diperutnya.
Hal ini dilakukan karena Monumen Adipura sudah ada terbangun sejak pertama kalinya Pinrang menerima penghargaan tersebut pada tahun 2007. Ditambahkan Aslam Patonangi bahwa selain pembuatan Patung Lasinrang dengan fose yang lebih heroic atau memperlihatkan semangat perjuangan, direncanakan juga pihaknya akan menata patung Kalpataru yang selama ini berada ditengah-tengah Simpang 5, yang kelihatannya sudah tidak mencerminkan estetika dan keindahan lagi.
Namun penataan Monumen Kalpataru tersebut harus dikoordinasikan dulu dengan beberapa komponen diantaranya PLN karena diatasnya melintang kabel Listrik tegangan tinggi, dan juga tentunya pihak polisi lalu lintas dan Dinas Perhubungan karena jangan sampai malah mengganggu jalur lalu lintas, yang selama ini memang sangat susah diatur dikawasan simpang 5 tersebut, yang jelas menurut Aslam, patung atau monument kalpataru, yang merupakan penghargaan pemerintah kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia, akan dibenahi apakah kembali dipoles atau diganti dengan monument lain.
Dijelaskan Aslam Patonangi, pembuatan atau pembangunan monument putra terbaik yang terlahir dari Bumi Sawitto yakni Lasinrang bukan tanpa tujuan, tetapi diharapkan agar dapat menumbuhkan jiwa kepahlawanan bagi semuanya yang terlahir dari Bumi Lasinrang. Lebih dari itu menurut Aslam, melalui monument tersebut, jiwa kepahlawanan yang dimilikinya, senantiasa menjadi pemicu kreatifitas semua generasi. disaat bangsa ini membutuhkan putra terbaik, yang rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara dengan dilandasi keyakinan akan kehidupan hari nanti.
Sekedar diketahui dari literature sejarah, bahwa sekitar tahun 1856, keluarga raja dan pembesar kerajaan Sawitto, diliputi suasana bahagia atas lahirnya putra La Tamma yaitu La Sinrang. Kemudian dikenal dengan nama Petta Lolo La Sinrang. Putra La Tamma Addatuang Sawitto ini, dilahirkan di Dolangeng sebuah kota kecil yang terletak kira-kira 17 km sebelah selatan kota Pinrang. Karena ibunya bernama I Raima (Keturunan rakyat biasa) berasal dari Dolangeng. Sejak lahirnya La Sinrang memang memiliki keistimewaan dimana dadanya ditumbuhi buluh dengan arah berlawanan yaitu arah keatas (bulu sussang).
Setelah serangan Belanda terhadap Kerajaan Sawitto semakin hebat, maka La Sinrang dipanggil pulang oleh ayahnya, dan diangkat menjadi panglima perang. Dalam kepemimpinannya sebagai panglima perang Kerjaan Sawitto, senjata yang dipergunakan adalah tombak dan keris. Tombak bentuknya besar menyerupai dayung diberi nama “La Salaga‘ sedang kerisnya diberi nama “JalloE”, dan setelah melalui perjuangan akhirnya dengan tipu muslihat, Lasinrang ditangkap dan diasingkan di Pulau Jawa selama puluhan tahun, dan dikembalikan setelah dirinya pikun dan tidak tahu lagi orang2 yang pernah berjuang dengannya, dan wafat sekitar tahun 1939, dan makamnya diabadikan dipekuburan umum Lasinrang seperti namanya.
Demikian yang disampaikan langsung Bupati Pinrang Aslam Patonangi kepada SUSIA NEWS . Dikatakan Aslam Patonangi bahwa rencana tersebut terbesit karena dirinya mempunyai seorang kenalan seorang pematung handal dari Yogyakarta, dan dalam waktu dekat bila ada kesempatan kesepakatan maka akan dibangunlah sebuah monument perjuangan dari salah seorang Putera terbaik dan menjadi Ikon Kabupaten Pinrang yakni Lasinrang, dimana tempatnya belum diketahui pasti akan dibuat dimana nantinya, namun yang jelas pematung yang bernama Dicky Chanra tersebut akan membuat patung Lasinrang dengan fose yang lebih heroic, berbeda dengan patung yang ada sekarang yang hanya memegang Senjata Kawali diperutnya.
Hal ini dilakukan karena Monumen Adipura sudah ada terbangun sejak pertama kalinya Pinrang menerima penghargaan tersebut pada tahun 2007. Ditambahkan Aslam Patonangi bahwa selain pembuatan Patung Lasinrang dengan fose yang lebih heroic atau memperlihatkan semangat perjuangan, direncanakan juga pihaknya akan menata patung Kalpataru yang selama ini berada ditengah-tengah Simpang 5, yang kelihatannya sudah tidak mencerminkan estetika dan keindahan lagi.
Namun penataan Monumen Kalpataru tersebut harus dikoordinasikan dulu dengan beberapa komponen diantaranya PLN karena diatasnya melintang kabel Listrik tegangan tinggi, dan juga tentunya pihak polisi lalu lintas dan Dinas Perhubungan karena jangan sampai malah mengganggu jalur lalu lintas, yang selama ini memang sangat susah diatur dikawasan simpang 5 tersebut, yang jelas menurut Aslam, patung atau monument kalpataru, yang merupakan penghargaan pemerintah kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia, akan dibenahi apakah kembali dipoles atau diganti dengan monument lain.
Dijelaskan Aslam Patonangi, pembuatan atau pembangunan monument putra terbaik yang terlahir dari Bumi Sawitto yakni Lasinrang bukan tanpa tujuan, tetapi diharapkan agar dapat menumbuhkan jiwa kepahlawanan bagi semuanya yang terlahir dari Bumi Lasinrang. Lebih dari itu menurut Aslam, melalui monument tersebut, jiwa kepahlawanan yang dimilikinya, senantiasa menjadi pemicu kreatifitas semua generasi. disaat bangsa ini membutuhkan putra terbaik, yang rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara dengan dilandasi keyakinan akan kehidupan hari nanti.
Sekedar diketahui dari literature sejarah, bahwa sekitar tahun 1856, keluarga raja dan pembesar kerajaan Sawitto, diliputi suasana bahagia atas lahirnya putra La Tamma yaitu La Sinrang. Kemudian dikenal dengan nama Petta Lolo La Sinrang. Putra La Tamma Addatuang Sawitto ini, dilahirkan di Dolangeng sebuah kota kecil yang terletak kira-kira 17 km sebelah selatan kota Pinrang. Karena ibunya bernama I Raima (Keturunan rakyat biasa) berasal dari Dolangeng. Sejak lahirnya La Sinrang memang memiliki keistimewaan dimana dadanya ditumbuhi buluh dengan arah berlawanan yaitu arah keatas (bulu sussang).
Setelah serangan Belanda terhadap Kerajaan Sawitto semakin hebat, maka La Sinrang dipanggil pulang oleh ayahnya, dan diangkat menjadi panglima perang. Dalam kepemimpinannya sebagai panglima perang Kerjaan Sawitto, senjata yang dipergunakan adalah tombak dan keris. Tombak bentuknya besar menyerupai dayung diberi nama “La Salaga‘ sedang kerisnya diberi nama “JalloE”, dan setelah melalui perjuangan akhirnya dengan tipu muslihat, Lasinrang ditangkap dan diasingkan di Pulau Jawa selama puluhan tahun, dan dikembalikan setelah dirinya pikun dan tidak tahu lagi orang2 yang pernah berjuang dengannya, dan wafat sekitar tahun 1939, dan makamnya diabadikan dipekuburan umum Lasinrang seperti namanya.
Acara Saat Ini
Top Dhut 12
Minggu, 13:00 - 15:00 WITA
Tangga Lagu Dangdut
Top News
-
Air Sungai Meluap, Ratusan Hektar Tanaman Padi Terendam Air Puluhan petani Lapalopo Kecamatan mattiro Bulu mendatangi kantor DPRD Pinrang, Senin 23 Agustus kemarin....
-
PSDA Pokuskan Bangunan Ke Hilir Saluran Kendati musim hujan selama ini mengguyur pertanaman di Kabupaten Pinrang beberapa pecan terakhir ini,...
-
Anggota Dewan Swadayakan Masyarakat Dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa gotong royong, Masyarakat...
-
PKK Berdayakan Potensi Pinrang Pengurus PKK Pinrang melakukan terobosan dalam mengembangkan potensi daerahnya. Sekarang, PKK memprogramkan...
-
Dewan Klarifikasi Proyek Jalan Laporan Lembaga Serikat Tani dan Nelayan Rakyat Indonesia (L-Setanri) terkait proyek jalan poros Labolong-Ammani...
- 1
- 2
- 3
- 4





