(Susia News, Pinrang) Badan Penyuluh Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Pinrang intens turun mengecek di lapangan terkait kesiagaan personil penyuluh pertanian yang bertugas dilapangan.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai masalah yang dihadapi petani pada musim tanam April-September tahun ini. Jumat 23 Juli pekan lalu, BP4K beserta instansi terkait mengggelar apel siaga di halaman kantor Kecamatan Suppa, dilanjutkan sharing dengan pemerintah kecamatan, penyuluh serta dan petani diwilayah tersebut. Tujuannya,untuk mendapatkan berbagai masukan dan kendala yang ada dilapangan. Pada sore harinya, acara yang sama digelar di Kecamatan Lanrisang, sekaligus menampung berbagai aspirasi petani terkait masalah dilapangan.
Kemarin, BP4K kembali menggelar apel siaga di kantor Kecamatan Mattiro Sompe dan Kecamatan Cempa, untuk membahas berbagai masalah pertanian yang dihadapi petani sekaligus menampung berbagai aspirasi petani untuk dicarikan solusi. Hal serupa kembali dilaksanakan BP4K, BP4K di Kecamatan Watang Sawitto dan Kecamatan Paleteang dengan maksud dan tujuan sama. Keesokan harinya kegiatan sama akan diadakan di Kecamatan Tiroang dan Patampanua. Sementara hari ini Kamis 29 juli, BP4K juga akan mengadakan apel siaga di Kecamatan Duampanua dan Lembang.
Kepala Kantor BP4K Ir Johannis Sampebua MP kemarin di kantor Kecamatan Mattiro Sompe mengatakan, apel siaga bertujuan mengaktifkan dan menyamakan persepsi yang berhubungan dengan berbagai masalah yang dihadapi petani. Menurut Johannis apel siaga ini digelar untuk mengadakan koordinasi dengan para petugas lapangan baik dari pertanian maupun pengairan untuk membahas berbagai masalah tehnis yang ada.
John menambahkan, masalah yang kerap dihadapi oleh petani mulai masalah irigasi, maupun problem hama serta kendala teknis lain. "Daerah yang sulit untuk mendapatkan air nantinya akan memberikan tanda, agar petani yang ada didaerah tersebut akan di arahkan untuk menanam palawija, seperti beberapa daerah di Suppa, Lanrisang dan Mattiro Sompe karena tiga kecamatan ini masing-masing memiliki daerah yang sulit untuk mendapatkan air.
Dikatakan Jhon, petugas lapangan yang ada akan diaktifkan secara totalitas, untuk membantu petani mengatasi permasalahan yang ada."Para penyuluh yang bertugas di lapangan nantinya akan dikoordinir camat masing-masing dalam mengatasi permasalahan petani.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai masalah yang dihadapi petani pada musim tanam April-September tahun ini. Jumat 23 Juli pekan lalu, BP4K beserta instansi terkait mengggelar apel siaga di halaman kantor Kecamatan Suppa, dilanjutkan sharing dengan pemerintah kecamatan, penyuluh serta dan petani diwilayah tersebut. Tujuannya,untuk mendapatkan berbagai masukan dan kendala yang ada dilapangan. Pada sore harinya, acara yang sama digelar di Kecamatan Lanrisang, sekaligus menampung berbagai aspirasi petani terkait masalah dilapangan.
Kemarin, BP4K kembali menggelar apel siaga di kantor Kecamatan Mattiro Sompe dan Kecamatan Cempa, untuk membahas berbagai masalah pertanian yang dihadapi petani sekaligus menampung berbagai aspirasi petani untuk dicarikan solusi. Hal serupa kembali dilaksanakan BP4K, BP4K di Kecamatan Watang Sawitto dan Kecamatan Paleteang dengan maksud dan tujuan sama. Keesokan harinya kegiatan sama akan diadakan di Kecamatan Tiroang dan Patampanua. Sementara hari ini Kamis 29 juli, BP4K juga akan mengadakan apel siaga di Kecamatan Duampanua dan Lembang.
Kepala Kantor BP4K Ir Johannis Sampebua MP kemarin di kantor Kecamatan Mattiro Sompe mengatakan, apel siaga bertujuan mengaktifkan dan menyamakan persepsi yang berhubungan dengan berbagai masalah yang dihadapi petani. Menurut Johannis apel siaga ini digelar untuk mengadakan koordinasi dengan para petugas lapangan baik dari pertanian maupun pengairan untuk membahas berbagai masalah tehnis yang ada.
John menambahkan, masalah yang kerap dihadapi oleh petani mulai masalah irigasi, maupun problem hama serta kendala teknis lain. "Daerah yang sulit untuk mendapatkan air nantinya akan memberikan tanda, agar petani yang ada didaerah tersebut akan di arahkan untuk menanam palawija, seperti beberapa daerah di Suppa, Lanrisang dan Mattiro Sompe karena tiga kecamatan ini masing-masing memiliki daerah yang sulit untuk mendapatkan air.
Dikatakan Jhon, petugas lapangan yang ada akan diaktifkan secara totalitas, untuk membantu petani mengatasi permasalahan yang ada."Para penyuluh yang bertugas di lapangan nantinya akan dikoordinir camat masing-masing dalam mengatasi permasalahan petani.
Acara Saat Ini
LIVE by Request
Minggu, 11:00 - 13:00 WITA
Top News
-
Air Sungai Meluap, Ratusan Hektar Tanaman Padi Terendam Air Puluhan petani Lapalopo Kecamatan mattiro Bulu mendatangi kantor DPRD Pinrang, Senin 23 Agustus kemarin....
-
PSDA Pokuskan Bangunan Ke Hilir Saluran Kendati musim hujan selama ini mengguyur pertanaman di Kabupaten Pinrang beberapa pecan terakhir ini,...
-
Anggota Dewan Swadayakan Masyarakat Dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa gotong royong, Masyarakat...
-
PKK Berdayakan Potensi Pinrang Pengurus PKK Pinrang melakukan terobosan dalam mengembangkan potensi daerahnya. Sekarang, PKK memprogramkan...
-
Dewan Klarifikasi Proyek Jalan Laporan Lembaga Serikat Tani dan Nelayan Rakyat Indonesia (L-Setanri) terkait proyek jalan poros Labolong-Ammani...
- 1
- 2
- 3
- 4





